Penyergapan Bandar di Ogan Ilir, Polisi Amankan Sabu Senilai Miliaran Rupiah

Penyergapan Bandar di Ogan Ilir, Polisi Amankan Sabu Senilai Miliaran Rupiah

OGAN ILIR – Satresnarkoba Polres Ogan Ilir berhasil memutus jalur distribusi narkotika skala besar yang melintasi wilayah Sumatera Selatan. Dalam operasi penyergapan yang dilakukan pada Sabtu (4/4/2026) dini hari, petugas menyita sedikitnya 4,2 kilogram sabu dari dua orang kurir yang mencoba menyelundupkan barang haram tersebut melalui jalur darat.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial ES (40) dan YB (47), merupakan warga Kota Palembang. Mereka tak berkutik saat dihadang petugas di kawasan Simpang Desa Saka Tiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, sekitar pukul 01.40 WIB.

Hasil Operasi Intelijen Selama 14 Jam

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras tim intelijen yang melakukan pemantauan maraton selama belasan jam.

"Informasi mengenai pergerakan barang haram ini sudah kami terima sejak Jumat siang. Tim di lapangan langsung melakukan pemetaan dan pengawasan ketat selama kurang lebih 14 jam sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penyergapan pada dini hari," ungkap AKBP Bagus pada Minggu (5/4/2026).

Barang Bukti Tersembunyi di Dalam Mobil

Saat dilakukan pengadangan, kedua pelaku tengah mengendarai mobil Toyota Sigra. Petugas yang melakukan penggeledahan secara teliti menemukan tas totebag berwarna putih yang mencurigakan di dalam kabin mobil.

Setelah diperiksa, tas tersebut berisi empat paket besar sabu dengan berat bruto mencapai 4.239 gram atau lebih dari 4,2 kilogram. Selain narkotika jenis sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti pendukung lainnya, meliputi:

  • Satu unit mobil Toyota Sigra (sarana transportasi).

  • Dua unit ponsel milik tersangka.

  • Sejumlah uang tunai yang diduga sebagai upah atau biaya operasional distribusi.

Komitmen Pemberantasan Narkoba di Jalur Lintas

AKBP Bagus menekankan bahwa Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Ogan Ilir memang sering kali dipetakan sebagai rute rawan distribusi narkoba antarwilayah. Posisi geografis Ogan Ilir menjadikannya jalur transit utama bagi jaringan narkotika yang hendak menyebarkan barang ke berbagai daerah.

"Penangkapan ini merupakan langkah nyata kami dalam melindungi masyarakat. Dengan menyita 4,2 kg sabu ini, kita telah menyelamatkan ribuan jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika sebelum barang ini sempat beredar luas di tengah masyarakat," tegas Kapolres.

Saat ini, ES dan YB beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Ogan Ilir untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi tengah melakukan pengembangan guna mengungkap siapa bandar besar di balik kedua kurir tersebut serta tujuan akhir dari distribusi sabu ini.

Menanggapi keberhasilan penangkapan tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi celah sedikit pun bagi jaringan narkotika untuk beroperasi di wilayah hukumnya. Jalur-jalur strategis yang menghubungkan antarprovinsi kini menjadi prioritas pengawasan tim gabungan.

"Kami pastikan tidak ada ruang bagi para pelaku narkotika. Seluruh rute lintas provinsi saat ini berada dalam pengawasan yang sangat ketat untuk mengantisipasi penyelundupan serupa," tegas Kombes Nandang.

Tentang Penulis

Adelia

Adelia

Kontributor